MOTIVATION

Kisah Tukang Kayu





kisah tukang kayu, kisah pembelajaran untuk kita semua


Seorang tukang bangunan yang sudah

tua berniat untuk pensiun dari

profesi yang sudah ia geluti selama

puluhan tahun.


Ia ingin menikmati masa tua bersama

istri dan anak cucunya. Ia tahu ia

akan kehilangan penghasilan rutinnya

namun bagaimanapun tubuh tuanya butuh

istirahat. Ia pun menyampaikan

rencana tersebut kepada mandornya.


Sang Mandor merasa sedih, sebab ia

akan kehilangan salah satu tukang

kayu terbaiknya, ahli bangunan yang

handal yang ia miliki dalam timnya.

Namun ia juga tidak bisa memaksa.


Sebagai permintaan terakhir sebelum

tukang kayu tua ini berhenti, sang

mandor memintanya untuk sekali lagi

membangun sebuah rumah untuk terakhir

kalinya.


Dengan berat hati si tukang kayu

menyanggupi namun ia berkata karena

ia sudah berniat untuk pensiun maka

ia akan mengerjakannya tidak dengan

segenap hati.


Sang mandor hanya tersenyum dan

berkata, "Kerjakanlah dengan yang

terbaik yang kamu bisa. Kamu bebas

membangun dengan semua bahan terbaik

yang ada."


Tukang kayu lalu memulai pekerjaan

terakhirnya. Ia begitu malas-malasan.

Ia asal-asalan membuat rangka

bangunan, ia malas mencari, maka ia

gunakan bahan-bahan berkualitas

rendah. Sayang sekali, ia memilih

cara yang buruk untuk mengakhiri

karirnya.


Saat rumah itu selesai. Sang mandor

datang untuk memeriksa. Saat sang

mandor memegang daun pintu depan, ia

berbalik dan berkata, "Ini adalah

rumahmu, hadiah dariku untukmu!"


Betapa terkejutnya si tukang kayu. Ia

sangat menyesal. Kalau saja sejak

awal ia tahu bahwa ia sedang

membangun rumahnya, ia akan

mengerjakannya dengan

sungguh-sungguh. Sekarang akibatnya,

ia harus tinggal di rumah yang ia

bangun dengan asal-asalan.


Inilah refleksi hidup kita!




Pikirkanlah kisah si tukang kayu ini.

Anggaplah rumah itu sama dengan

kehidupan Anda. Setiap kali Anda

memalu paku, memasang rangka,

memasang keramik, lakukanlah dengan

segenap hati dan bijaksana.


Sebab kehidupanmu saat ini adalah

akibat dari pilihanmu di masa lalu.

Masa depanmu adalalah hasil dari

keputusanmu saat ini.






Sumber : http://www.anneahiranewsletter.com/

____________________________________________________________________________

Sebua Perjalanan
Perjalanan hidup kita ini tidak selamanya berhasil, bahagia dan mulus. Terkadang ada kerikil, tantangan dan rintangan. Tapi yang terpenting adalah keikhlasan dan ada rasa menikmati di dalam menjalaninya hingga tiba di tujuan. Supaya kita sampai pada tujuan dibutuhkan sikap yang fokus atau pusat perhatian. Jangan fokus pada kerikil maupun tantangan karena hal itu dapat menyebabkan impian kita menjadi terhalang.
SEBAGAI PAHLAWAN DEVISA , JAGALAH KEHARUMAN DAN NAMA BAIK BANGSA DAN NEGARA INDONESIA
Berkat Dan Anugrah Tuhan
Sebuah nama diberikan kedua orang tua saya ketika saya dibaptis di Gereja HKBP Sibuntuon Balige yaitu Desima Siahaan. Nama itu diambil oleh orang tua saya dari tanggal kelahiran saya 27 Desember 1989 yang bermakna memberikan pencerahan. Saya dilahirkan mama saya terkasih yaitu Hotna Rouli Simanjuntak. Bersama bapak saya tercinta Tigor Marojahan Siahaan membesarkan saya. Sebuah gelar Sarjana Muda saya terima dalam Sidang Senat Terbuka AMIK Medicom Medan pada tanggal 23 Oktober 2010. Sehingga nama saya mendapat tambahan gelar akademik yaitu Desima Siahaan, Amd. Sungguh suatu perjuangan yang sangat berat saya akhirnya menyelesaikan kuliah saya. Semester 4 mama kembali ke pangkuan Bapa di Sorga tepatnya 16 Februari 2009. Saat itu saya hanya menyerahkan semua kepada Tuhan biarlah tangan Tuhan yang bekerja melalui buah tangan bapak saya yang berjuang membiayai kuliah saya dan kak saya yaitu Cln. Bibelvrow Murni Demita Siahaan.

Praise The Lord kak Murni di wisuda 1 Juli 2010 , bapak saya sangat bahagia, tapi sayangnya saya mungkin kurang beruntung. 30 September 2010 bapak saya kembali menyusul mama saya tercinta untuk berada di sisi Tuhan Yesus. Saya mungkin sangat sedih tapi saya harus mampu mengikhlaskan semua.

Bekerja Di Dunia Industri
5 Januari 2011 saya memutuskan pergi merantau ke kota Batam suatu kota industri di tanah air. Saya meninggalkan dunia pendidikan yang sudah membantu saya menamatkan kuliah . Hampir 5 tahun saya mendalami dunia ini semenjak kelas 2 SMK saya sudah mulai mengajar Bahasa Inggris anak - anak dan Sekolah Minggu. Itu semua saya lakukan mengingat arahan bapak Kepala Sekolah SMK N 2 Balige dulu Bapak Drs . Lalo Hartono Simanjuntak. Beliau berpesan dengan mengajar kita akan terus mau belajar dan terus menambah ilmu. Di Medan saya menjadi guru les door to door hingga akhirnya menjadi pengajar di Gemilang Education Centre (GEC).

Di GEC saya belajar tentang dunia kerja yang sebenarnya yaitu persiapan, tepat waktu dan keramahan ataupun tingkah laku yang baik. Saya sungguh sangat beruntung pernah bekerja di instasi itu dan mempunyai bapak Pimpinan Ir Herbinson Simamora. Sampai di Batam saya melihat ribuan pelamar berkumpul di pusat pelamaran namanya Comunity Centre (CC). Cukup banyak kawasan industri di Batam dan saya mencoba keberuntungan saya di kawasan industri Muka Kuning. Banyak lamaran yang saya jatuhkan dan tidak lama kemudian saya diterima bekerja di PT Sanmina - SCI Batam suatu perusahaan PCB atau spare part Computer sebagai Purchasing Staff. Tawaran gajinya tidak begitu besar hanya Rp 1.250.000/bulan . Tapi saya berpikir untuk menjalani nya pada waktu itu. Tugas saya adalah membantu para buyer untuk membukukan inventory barang. Perusahaan itu menggunakan suatu Sistem yaitu Oracle E-Business Suit.

Mencoba Melamar Ke PJTKI
Saya membaca iklan PT Tunas Karya melalui anak perusahaannya PT SumberDian Mandiri mencari tenaga kerja ke Ciba Vision Johor Bahru Malaysia. Saya tertarik untuk mengenal negeri Jiran. Saya membuat lamaran , lulus test , medical check up dan akhirnya dibantu pengurusan passport di kantor imigrasi Batam. Calling Visa akhirnya di terima akhir bulan Agustus 2011 dan pada 15 September 2011 kami berangkat ke Johor Malaysia sebanyak 7 orang.

Perjalanan Ke Johor Bahru Malaysia
Ciba Vision adalah sebuah pabrik pembuatan soft lensa yang berlokasi di Port Of Tanjung Pelepas Gelang Patah Johor. Pemeriksaan passport dan Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTLN) di lakukan petugas di pelabuhan International Batam Centre. Perjalanan ke Pelabuhan Stulang Laut Malaysia menempuh waktu 1 jam 30 menit. Ketika dalam perjalanan saya sangat menikmati nya. Bumi ciptaan Tuhan ini sangat luas. Saya sangat senang dan untuk mengusir kebosanan saya menyanyikan beberapa buah lagu yaitu Kasih Setiamu, Indonesia Tanah Air Beta dan O Tano Batak. Ketika sampai di perbatasan perairan Malaysia dan Singapore saya melihat sebuah tembok pembatas. Buatan tangan manusia itu memang cukup luar biasa. Memasuki Pelabuhan Stulang Laut ferry merapat pelan pelan dan akhinya kami menginjak negeri Jiran Malaysia.

Inikah Negeri Jiran
Kami di jemput bus perusahaan Ciba Vision ke terminal Stulang Laut. Jalanan di Malaysia semua mulus ya boleh disebut High Way. Dibutuhkan waktu 45 menit menuju pelabuhan Tanjung Pelepas. Disitu terletak hostel/dormitory Ciba Vision ya hostel itu seperti rumah rusun kota Batam. Para pekerja berasal dari Indonesia, Myanmar, Nepal, Bangladesh. Disini kita menggunakan bahasa Melayu boleh dibilang seperti pelafalan Upin dan Ipin di MNC TV. Kita harus hati hati dalam bergaul khususnya dengan laki - laki negara lain . Karena banyak laki laki asing itu mendekati perempuan Indonesia . Saya memperhatikan banyak perempuan Indonesia mau dating dengan mereka. Laki laki itu memang royal, traktir makan, ngajak jalan, kasih fasilitas seperti uang, mobile phone dan lain lain. Saya selalu mengingat pesan keluarga saya jangan mau dibeli dengan uang . Setiap malam saya perhatikan di sekitar hostel banyak perempuan Indonesia berpacaran dengan orang Myanmar, Nepal, Bangladesh . Bahkan pernah terjadi perkelahian akibat memperebutkan salah satu perempuan Indonesia antara mereka. Ironis bukan ?

Banyak Perempuan Indonesia Melupakan Tradisi / Adat Istiadat Tanah Air

Ketika saya memperhatikan lebih jauh kehidupan perempuan Indonesia di Malaysia ini mengalami perubahan 100 %. Terutama dalam hal berpakaian, boleh saja sih mengikuti mode tapi jangan sampai norak atau terkejut dengan perubahan . Sebagai TKI fokuslah pada tujuan . Banyak hal yang perlu di pelajari terutama bahasa. Televisi di Malaysia banyak menayangkan siaran siaran berbahasa Mandarin dan Inggris . Pada Intinya jagalah nama baik Bangsa dan Negara Indonesia , jangan melupakan tradisi bangsa dan fokuslah pada tujuan. Hidup di dalam dan bersama Tuhan itulah menentukan seluruh cara hidup, pola berpikir, sikap, reaksi dan tindakan.

Note :
LIFE IS A SONG - SING IT
LIFE IS A GAME - PLAY IT
LIFE IS A CHALLENGE - MEET IT
LIFE IS A DREAM - REALIZE IT
LIFE IS A SACRIFICE - OFFER IT
LIFE IS A LOVE - ENJOY IT

Teruslah Bergerak Hingga Kelelahan Itu Lelah Mengikutimu
Teruslah Berlari Hingga Kebosanan Itu Bosan Mengejarmu
Teruslah Berjalan Hingga Keletihan Itu Letih Bersamamu
Teruslah Bertahan Hingga Kelemahan Itu Lemah Menyertaimu
Tetaplah Berjaga Hingga Kelesuan Itu Lesu Menemani



____________________________________________________________________________


Kisah Bunga Mawar dan Pohon Bambu

Di sebuah taman, terdapat taman bunga mawar yang sedang berbunga. Mawar-mawar itu mengeluarkan aroma yang sangat harum. Dengan warna-warni yang cantik, banyak orang yang berhenti untuk memuji sang mawar. Tidak sedikit pengunjung taman meluangkan waktu untuk berfoto di depan atau di samping taman mawar. Bunga mawar memang memiliki daya tarik yang menawan, semua orang suka mawar, itulah salah satu lambang cinta.
Sementara itu, di sisi lain taman, ada sekelompok pohon bambu yang tampak membosankan. Dari hari ke hari, bentuk pohon bambu yang begitu saja, tidak ada bunga yang mekar atau aroma wangi yang disukai banyak orang. Tidak ada orang yang memuji pohon bambu. Tidak ada orang yang mau berfoto di samping pohon bambu. Maka tak heran jika pohon bambu selalu cemburu saat melihat taman mawar dikerumuni banyak orang.
“Hai bunga mawar,” ujar sang bambu pada suatu hari. “Tahukah kau, aku selalu ingin sepertimu. Berbunga dengan indah, memiliki aroma yang harum, selalu dipuji cantik dan menjadi saksi cinta manusia yang indah,” lanjut sang bambu dengan nada sedih.
Mawar yang mendengar hal itu tersenyum, “Terima kasih atas pujian dan kejujuranmu, bambu,” ujarnya. “Tapi tahukah kau, aku sebenarnya iri denganmu,”
Sang bambu keheranan, dia tidak tahu apa yang membuat mawar iri dengannya. Tidak ada satupun bagian dari bambu yang lebih indah dari mawar. “Aneh sekali, mengapa kau iri denganku?”
“Tentu saja aku iri denganmu. Coba lihat, kau punya batang yang sangat kuat, saat badai datang, kau tetap bertahan, tidak goyah sedikitpun,” ujar sang mawar. “Sedangkan aku dan teman-temanku, kami sangat rapuh, kena angin sedikit saja, kelopak kami akan lepas, hidup kami sangat singkat,” tambah sang mawar dengan nada sedih.
Bambu baru sadar bahwa dia punya kekuatan. Kekuatan yang dia anggap biasa saja ternyata bisa mengagumkan di mata sang mawar. “Tapi mawar, kamu selalu dicari orang. Kamu selalu menjadi hiasan rumah yang cantik, atau menjadi hiasan rambut para gadis,”
Sang mawar kembali tersenyum, “Kamu benar bambu, aku sering dipakai sebagai hiasan dan dicari orang, tapi tahukah kamu, aku akan layu beberapa hari kemudian, tidak seperti kamu,”
Bambu kembali bingung, “Aku tidak mengerti,”
“Ah bambu..” ujar mawar sambil menggeleng, “Kamu tahu, manusia sering menggunakan dirimu sebagai alat untuk mengalirkan air. Kamu sangat berguna bagi tumbuhan yang lain. Dengan air yang mengalir pada tubuhmu, kamu menghidupkan banyak tanaman,” lanjut sang mawar. “Aku jadi heran, dengan manfaat sebesar itu, seharusnya kamu bahagia, bukan iri padaku,”
Bambu mengangguk, dia baru sadar bahwa selama ini, dia telah bermanfaat untuk tanaman lain. Walaupun pujian itu lebih sering ditujukan untuk mawar, sesungguhnya bambu juga memiliki manfaat yang tidak kalah dengan bunga cantik itu. Sejak percakapan dengan mawar, sang bambu tidak lagi merenungi nasibnya, dia senang mengetahui kekuatan dan manfaat yang bisa diberikan untuk makhluk lain.

Daripada menghabiskan tenaga dengan iri pada orang lain, lebih baik bersyukur atas kemampuan diri sendiri, apalagi jika berguna untuk orang lain. [Vemale]



____________________________________________________________________________


Universitas Kehidupan

Jika semua yang kita kehendaki terus kita MILIKI, darimana kita belajar IKHLAS

Jika semua yang kita impikan segera TERWUJUD, darimana kita belajar SABAR

Jika setiap doa kita terus DIKABULKAN, bagaimana kita dapat belajar IKHTIAR.

Seorang yang dekat dengan Tuhan, bukan berarti tidak ada air mata
Seorang yang taat pada Tuhan, bukan berarti tidak ada kekurangan
Seorang yang tekun berdoa, bukan berarti tidak ada masa sulit
Biarlah Tuhan yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita, karena Dia tahu yang tepat untuk memberikan yang terbaik.

Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETULUSAN
Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kamu sedang belajar KEIKHLASAN
Ketika hatimu terluka sangat dalam, maka saat itu kamu sedang belajar tentang MEMAAFKAN.
Ketika kamu lelah dan kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KESUNGGUHAN
Ketika kamu merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETANGGUHAN
Ketika kamu harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kau tanggung, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KEMURAHAN HATI.

Tetap semangat….
Tetap sabar….
Tetap tersenyum…..

Karena kamu sedang menimba ilmu di UNIVERSITAS KEHIDUPAN
TUHAN menaruhmu di “tempatmu” yang sekarang, bukan karena “KEBETULAN”
Orang yang HEBAT tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan
MEREKA di bentuk melalui KESUKARAN, TANTANGAN & AIR MATA.

[Disadur dari Buku "Sepatu Dahlan Iskan"]

 ____________________________________________________________________________

Menyelesaikan Masalah

Ketika kita ditimpa musibah, bencana, atau keadaan yang sulit, banyak dari kita yang meratapi nasib dan menyalahkan Tuhan.
Kenapa harus saya yang mengalami ini? Kenapa bukan orang lain saja? Apa salah saya hingga Tuhan membiarkan saya mengalami musibah ini? Bagaimana bisa melanjutkan hidup dalam keadaan seperti ini? Mengapa hidup orang lain tampak begitu mulus dan mudah?  Ah, Tuhan tidak adil!
Depresi, kecewa, dan putus asa menghantui diri kita. Namun, jika mau berpikir kembali, bijaksanakah kita kalau selalu menyalahkan keadaan? Apakah masalah akan selesai jika hanya menyalahkan keadaan?
Tidak ada suatu apapun yang kebetulan di dunia ini. Segalanya telah diatur oleh Yang Maha Kuasa. Sekecil apapun kejadian itu, tentu merupakan kehendak-Nya. Tuhan selalu punya alasan mengapa Dia memberikan keadaan demikian kepada kita. Cermati, sesungguhnya Tuhan ingin Anda mempelajari hikmah dari kejadian tersebut.
Tuhan tidak akan memberi cobaan yang tidak bisa dilewati oleh hamba-Nya. Karena itu, percayalah. Mengapa Tuhan memilih Anda untuk menjalani keadaan sulit yang Anda rasakan, adalah karena Tuhan tahu bahwa Anda mampu melewatinya. Jika orang lain yang mengalami apa yang Anda alami, belum tentu mereka bisa sekuat Anda saat ini.
Setiap kesukaran yang kita alami adalah semata-mata kesempatan untuk mengasah kita menjadi pribadi yang lebih kuat. Seorang sarjana bekerja sebagai pegawai kantoran dengan gaji tiga juta per bulan. Di lain pihak, seorang berijazah SMP mampu menghidupi keluarga lewat usaha tambak ikan dengan penghasilan berkali lipat. Ya, kesulitan memperoleh pekerjaan sering kali membuat kita berpikir lebih keras, bagaimana cara memperoleh uang. Jika setiap masalah kita hadapi dengan pikiran positif, tentu hasil yang positif juga akan kita dapatkan.
Hidup adalah untuk menyelesaikan masalah. Meski tampak bahagia di luar, setiap orang pasti memiliki masalah sendiri. Ada seorang gadis berparas cantik dari keluarga berkecukupan. Apapun yang ia inginkan hampir selalu didapatkannya. Ia memiliki kekasih yang tampan dan perhatian, di samping masih banyak pria lain yang juga memujanya. Bahagiakah hidupnya? Tidak! Kedua orang tuanya telah lama bercerai, jika bertemu pun sikapnya seperti kucing dan anjing. Masing-masing telah menikah lagi. Tak ingin memilih salah satu pihak, akhirnya si gadis dan adiknya yang masih SMA, memilih untuk tinggal berdua saja.
Coba Anda tengok orang-orang yang tampak bahagia. Pasti akan Anda temukan satu sisi yang membuat orang itu merasa hidupnya tidak sempurna. Begitu pun dengan diri Anda sendiri. Jika saat ini Anda merasa punya masalah, selesaikanlah dengan tawakal tanpa pernah mengeluh. Itulah ujian yang Tuhan berikan sesuai dengan porsi kemampuan Anda.
____________________________________________________________________________

Bersyukurlah



Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu sesuatu. Karena itu memberimu kesempatan untuk belajar.

Bersyukurlah untuk masa-masa sulit. Di masa itulah kamu tumbuh.

Bersyukurlah untuk keterbatasanmu. Karena itu memberimu kesempatan untuk berkembang.

Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru. Karena itu akan membangun kekuatan dan karaktermu.

Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat. Itu akan mengajarkan pelajaran yang berharga.

Bersyukurlah bila kamu lelah dan letih. Karena itu kamu telah membuat suatu perbedaan.

Mungkin mudah untuk kita bersyukur akan hal-hal yang baik. Hidup yang berkelimpahan datang pada mereka yang juga bersyukur akan masa surut.

Rasa syukur dapat mengubah hal yang negatif menjadi positif. Temukan cara bersyukur akan masalah-masalahmu dan semua itu akan menjadi berkah bagimu.

 Sumber :  http://iphincow.wordpress.com/
____________________________________________________________________________


Obat Penawar Derita


Alkisah, ada seorang ibu muda yang sudah berhari-hari tidak makan, hingga tubuhnya semakin kurus saja. Seorang tabib tua memeriksa denyut nadinya, lalu berkata: “Anda memendam begitu banyak masalah dalam hati Anda, sehingga badan menjadi lemah. Karena sebenarnya Anda tidak memiliki penyakit yang parah.”
Setelah mendengar diagnosis sang tabib, ibu muda itu merasa sangat lega seperti terlepas dari beban berat. Kemudian, ibu muda itu pun menceritakan semua masalahnya pada sang tabib. Tabib tua pun bertanya, “Bagaimana perasaan suami Anda terhadap Anda?”
Si ibu muda menjawab dengan tersenyum, “Sangat menyayangi saya.” Tabib tua bertanya lagi, “Apakah punya anak?” Dengan penuh ceria si ibu muda menjawab, “Ada, seorang putri, sangat pengertian….”
Selagi tadi bertanya, sang tabib pun menuliskan sesuatu. Setelahnya, ia memperlihatkan tulisannya di dua kertas pada si ibu muda itu. Lembar yang satu bertuliskan masalah si ibu muda, dan lembaran yang lain berisikan sukacita si ibu muda.
Kemudian, sang tabib berkata pada si ibu muda, “Kedua kertas ini adalah resep obat untuk penyakit Anda, Anda mencatat semua masalah yang Anda hadapi, dan melupakan sukacita di sekitar Anda.”
Sambil berkata begitu, sang tabib tua menyuruh muridnya membawakan sebaskom air dan tinta. Setelah itu, sang tabib meneteskan tinta hitam ke dalam air yang jernih. Terlihat warna hijau muda dari tetesan tinta yang mulai menyebar ke seluruh permukaan air.
Dan dalam sekejap, tinta itu tak terlihat lagi. Sang tabib berkata lagi, “Ketika tinta hitam masuk ke dalam air, warnanya akan memudar. Bukankah kehidupan kita juga begitu?”
Sering kali beban penderitaan yang begitu berat kita rasakan, lebih dikarenakan diri kita sendiri yang terlalu terpaku pada masalah-masalah yang ada dan melupakan sukacita yang ada di sekitar kita. Cobalah belajar untuk mencampurkan sedikit demi sedikit penderitaan pada air kehidupan yang jernih, luas, dan berisi sukacita kita. Dengan begitu, beban hidup kita akan terasa lebih ringan.

 Sumber :  http://iphincow.wordpress.com/
____________________________________________________________________________

Nilai Kehidupan



Alkisah, ada seorang pemuda yang hidup sebatang kara. Pendidikan rendah, hidup dari bekerja sebagai buruh tani milik tuan tanah yang kaya raya. Walapun hidupnya sederhana tetapi sesungguhnya dia bisa melewati kesehariannya dengan baik.
Pada suatu ketika, si pemuda merasa jenuh dengan kehidupannya. Dia tidak mengerti, untuk apa sebenarnya hidup di dunia ini. Setiap hari bekerja di ladang orang demi sesuap nasi. Hanya sekadar melewati hari untuk menunggu kapan akan mati. Pemuda itu merasa hampa, putus asa, dan tidak memiliki arti.
“Daripada tidak tahu hidup untuk apa dan hanya menunggu mati, lebih baik aku mengakhiri saja kehidupan ini,” katanya dalam hati. Disiapkannya seutas tali dan dia berniat menggantung diri di sebatang pohon.
Pohon yang dituju, saat melihat gelagat seperti itu, tiba-tiba menyela lembut. “Anak muda yang tampan dan baik hati, tolong jangan menggantung diri di dahanku yang telah berumur ini. Sayang, bila dia patah. Padahal setiap pagi ada banyak burung yang hinggap di situ, bernyanyi riang untuk menghibur siapapun yang berada di sekitar sini.”
Dengan bersungut-sungut, si pemuda pergi melanjutkan memilih pohon yang lain, tidak jauh dari situ. Saat bersiap-siap, kembali terdengar suara lirih si pohon, “Hai anak muda. Kamu lihat di atas sini, ada sarang tawon yang sedang dikerjakan oleh begitu banyak lebah dengan tekun dan rajin. Jika kamu mau bunuh diri, silakan pindah ke tempat lain. Kasihanilah lebah dan manusia yang telah bekerja keras tetapi tidak dapat menikmati hasilnya.”
Sekali lagi, tanpa menjawab sepatah kata pun, si pemuda berjalan mencari pohon yang lain. Kata yang didengarpun tidak jauh berbeda, “Anak muda, karena rindangnya daunku, banyak dimanfaatkan oleh manusia dan hewan untuk sekadar beristirahat atau berteduh di bawah dedaunanku. Tolong jangan mati di sini.”
Setelah pohon yang ketiga kalinya, si pemuda termenung dan berpikir, “Bahkan sebatang pohonpun begitu menghargai kehidupan ini. Mereka menyayangi dirinya sendiri agar tidak patah, tidak terusik, dan tetap rindang untuk bisa melindungi alam dan bermanfaat bagi makhluk lain”.
Segera timbul kesadaran baru. “Aku manusia; masih muda, kuat, dan sehat. Tidak pantas aku melenyapkan kehidupanku sendiri. Mulai sekarang, aku harus punya cita-cita dan akan bekerja dengan baik untuk bisa pula bermanfaat bagi makhluk lain”.
Si pemuda pun pulang ke rumahnya dengan penuh semangat dan perasaan lega.
Kalau kita mengisi kehidupan ini dengan menggerutu, mengeluh, dan pesimis, tentu kita menjalani hidup ini (dengan) terasa terbeban dan saat tidak mampu lagi menahan akan memungkinkan kita mengambil jalan pintas yaitu bunuh diri.
Sebaliknya, kalau kita mampu menyadari sebenarnya kehidupan ini begitu indah dan menggairahkan, tentu kita akan menghargai kehidupan ini. Kita akan mengisi kehidupan kita, setiap hari penuh dengan optimisme, penuh harapan dan cita-cita yang diperjuangkan, serta mampu bergaul dengan manusia-manusia lainnya.

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Web Hosting